Xiaomi resmi meluncurkan generasi terbaru sedan listrik SU7 pada akhir April 2026 dengan serangkaian peningkatan teknologi yang signifikan. Model terbaru ini kini menawarkan jangkauan maksimal hingga 902 kilometer berdasarkan standar CLTC, meningkat tajam dari versi perdana yang dirilis pada tahun 2024 lalu. Pembaruan ini mencakup efisiensi konsumsi energi yang kini turun menjadi 11,7 kWh per 100 kilometer pada varian standar.
Seluruh varian SU7 kini mengadopsi arsitektur pengisian daya 800V, yang memungkinkan pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu 12 menit pada tipe Max. Selain itu, Xiaomi menyertakan sensor LiDAR dan chip NVIDIA Thor dengan kekuatan komputasi 700 TOPS sebagai standar fitur keselamatan dan otonom pada semua tipe kendaraan. Langkah ini merupakan peningkatan delapan kali lipat dalam kekuatan komputasi dibandingkan model entry-level sebelumnya.
Harga jual untuk varian standar dipatok mulai dari 219.900 yuan atau sekitar Rp490 juta, mengalami kenaikan sekitar 10.000 yuan dibandingkan model tahun 2024. Strategi harga ini diterapkan untuk memperkuat posisi Xiaomi dalam persaingan langsung dengan Tesla Model 3 di pasar kendaraan listrik premium yang semakin kompetitif. Perusahaan melaporkan telah mengamankan lebih dari 100.000 pesanan awal untuk model terbaru ini.
Di pasar domestik Indonesia, dinamika kendaraan listrik juga memanas dengan hadirnya Deepal S05 oleh Changan yang mengusung teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) berjarak tempuh 1.000 km pada April 2026. Sementara itu, VinFast mulai memperluas jangkauan pasar dengan meluncurkan program sewa mobil listrik harian seharga Rp312 ribu. Persaingan ini menandai percepatan adopsi ekosistem transportasi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.