Beijing International Automotive Exhibition atau Auto China 2024 resmi menjadi panggung unjuk kekuatan produsen otomotif Tiongkok dengan menampilkan 278 model kendaraan listrik (NEV). Sebanyak 80 persen area pameran di China International Exhibition Center dikuasai merek lokal seperti BYD, Xiaomi, dan GWM, yang meluncurkan total 117 model baru untuk pasar global. Fenomena ini mempertegas dominasi teknologi hijau Asia di tengah persaingan industri otomotif dunia.
Xiaomi mencuri perhatian setelah mengumumkan pengiriman 7.058 unit sedan SU7 sepanjang April 2024, hanya sebulan sejak peluncuran resminya. CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan bahwa pesanan yang telah terkunci mencapai 88.063 unit dengan target pengiriman 100.000 unit hingga akhir tahun. Unit ke-10.000 dilaporkan telah keluar dari lini produksi pada 29 April 2024 di pabrik Yizhuang, Beijing, menandakan percepatan produksi yang signifikan.
Raksasa BYD memperkenalkan konsep Ocean-M, sebuah hatchback listrik berperforma tinggi dengan penggerak roda belakang yang dijadwalkan masuk produksi pada kuartal ketiga tahun ini. Mobil ini diprediksi akan dijual dengan rentang harga 150.000 hingga 200.000 yuan atau sekitar Rp330 juta hingga Rp450 juta di pasar domestik. BYD juga memamerkan Yangwang U7 yang diklaim memiliki koefisien hambat udara terendah di dunia sebesar 0,195 Cd untuk meningkatkan efisiensi baterai.
Di sisi lain, Tesla melakukan langkah mengejutkan dengan membubarkan hampir seluruh divisi Supercharger yang beranggotakan sekitar 500 orang pada 30 April 2024. CEO Elon Musk memberhentikan dua eksekutif senior, Rebecca Tinucci dan Daniel Ho, sebagai bagian dari kebijakan pengurangan biaya yang sangat ketat. Keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan produsen otomotif lain seperti Ford dan GM yang telah berkomitmen menggunakan infrastruktur pengisian daya Tesla.
Penjualan mobil listrik di Tiongkok terus menunjukkan tren positif meski persaingan harga semakin agresif di pasar internasional. Data China Passenger Car Association mencatat dominasi merek lokal yang kini menguasai mayoritas pangsa pasar domestik, meninggalkan produsen tradisional asal Eropa dan Amerika Serikat. Integrasi teknologi kecerdasan buatan dan konektivitas menjadi faktor utama yang memikat konsumen muda di pasar kendaraan energi baru saat ini.