Huawei Technologies Co. resmi meluncurkan seri smartphone flagship terbarunya, Pura 90, dalam sebuah acara di Guangzhou, Tiongkok, pada Senin (20/4/2026). Lini ini terdiri dari tiga model utama, yakni Pura 90, Pura 90 Pro, dan varian tertinggi Pura 90 Pro Max yang menandai kembalinya desain layar datar OLED beresolusi 1,5K setelah bertahun-tahun menggunakan layar lengkung. Peluncuran ini menjadi tonggak penting Huawei dalam memperbarui portofolio perangkat premium mereka di pasar global.
Direktur Eksekutif Huawei, Yu Chengdong, mengungkapkan bahwa seri Pura 90 Pro Max menjadi sorotan utama berkat sensor periskop 200MP dengan ukuran 1/1,28 inci yang menggunakan teknologi SmartSens SCC80XS. Perangkat ini ditenagai oleh chipset Kirin 9030S terbaru yang diproduksi dengan proses fabrikasi canggih untuk memberikan peningkatan performa NPU hingga 200 persen. Sistem kamera ini juga didukung oleh teknologi XMAGE dan sensor RYYB untuk hasil foto maksimal dalam kondisi cahaya rendah.
Di sektor daya, Huawei menyematkan baterai berkapasitas 6.500 mAh pada model standar Pura 90, sementara varian Pro dan Pro Max dibekali baterai 6.000 mAh. Seluruh lini mendukung pengisian daya cepat kabel 100 Watt dan nirkabel hingga 80 Watt untuk efisiensi penggunaan harian. Selain itu, Huawei menggunakan kaca pelindung Kunlun generasi kedua yang diklaim memiliki ketahanan gores dan benturan jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Harga untuk model standar Huawei Pura 90 di Tiongkok dibanderol mulai dari 4.699 Yuan atau sekitar Rp10,5 juta untuk varian memori 12GB/256GB. Untuk varian tertinggi, Pura 90 Pro Max dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1 Terabyte, dipasarkan dengan harga 8.599 Yuan atau setara Rp19,2 juta. Huawei mengonfirmasi bahwa jadwal penjualan perdana di pasar domestik akan dimulai pada 29 April 2026 sebelum merambah ke pasar internasional.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Huawei juga memperkenalkan Pura X Max yang diklaim sebagai ponsel lipat horizontal lebar pertama di industri. Langkah agresif Huawei ini muncul di tengah laporan analis IDC yang memprediksi HarmonyOS akan menguasai 14,6 persen pangsa pasar sistem operasi global pada tahun 2026. Kehadiran seri ini semakin memperketat persaingan dengan Apple dan Samsung yang juga tengah menyiapkan inovasi perangkat lipat terbaru mereka.