Meta Platforms Inc. resmi memperkenalkan Llama 3, model kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka terbaru yang kini mulai diintegrasikan ke platform WhatsApp dan Instagram. CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan menjadikan Meta AI sebagai asisten cerdas yang paling banyak digunakan dan paling mumpuni di dunia.
Teknologi ini hadir dalam dua skala parameter, yakni 8 miliar (8B) dan 70 miliar (70B), yang diklaim memiliki peningkatan signifikan dalam kemampuan penalaran serta penulisan kode. Berdasarkan hasil uji benchmark internal, Llama 3 dilaporkan mengungguli performa model kompetitor pada kelas yang sama seperti Google Gemini Pro dan Mistral 7B.
Pengguna di Amerika Serikat, Australia, dan Singapura kini dapat mengakses fitur 'Imagine' untuk menghasilkan gambar secara instan saat mengetik di kolom percakapan. Perusahaan yang bermarkas di Menlo Park ini juga mengintegrasikan hasil pencarian dari Google dan Bing langsung ke dalam antarmuka obrolan untuk memberikan informasi terkini.
Di saat yang bersamaan, Microsoft turut memperkenalkan Phi-3 Mini pada Selasa (23/4) sebagai model bahasa kecil yang mampu dijalankan secara efisien pada perangkat dengan spesifikasi terbatas. Persaingan model AI berukuran kecil ini menandai pergeseran fokus industri teknologi menuju efisiensi biaya operasional dan aksesibilitas pada perangkat mobile.
Meta juga mengonfirmasi tengah melatih model Llama 3 versi terbesar dengan kapasitas lebih dari 400 miliar parameter untuk dirilis di masa mendatang. Pengembangan ini dilakukan di pusat data Meta menggunakan ribuan unit pemrosesan grafis Nvidia H100 guna menandingi kemampuan model GPT-4 milik OpenAI.