Microsoft resmi memperkenalkan kategori baru komputer pribadi bernama Copilot+ PC yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam sistem operasi Windows 11. Dalam acara peluncuran di Redmond, Washington, CEO Microsoft Satya Nadella menyebut inovasi ini sebagai titik balik terbesar bagi platform Windows dalam satu dekade terakhir. Perangkat ini wajib memiliki Neural Processing Unit (NPU) dengan performa minimal 40 triliun operasi per detik (TOPS).

Arsitektur perangkat ini didukung oleh chip Snapdragon X Elite dan X Plus dari Qualcomm yang menawarkan efisiensi daya tinggi serta performa pemrosesan data cepat. Microsoft mengklaim baterai perangkat Copilot+ mampu bertahan hingga 22 jam untuk penggunaan pemutaran video secara terus-menerus. Sejumlah mitra manufaktur global seperti Dell, HP, Lenovo, Acer, dan ASUS telah bersiap memasarkan lini produk ini mulai Juni 2024.

Salah satu fitur utama yang menjadi sorotan adalah 'Recall' yang berfungsi merekam aktivitas layar pengguna untuk memudahkan pencarian informasi di masa lalu. Fitur ini menggunakan model AI on-device untuk mengindeks dokumen, email, hingga situs web yang pernah dibuka tanpa perlu mengirim data ke server cloud. Pengguna dapat melakukan pencarian berbasis bahasa alami untuk menemukan kembali momen spesifik yang pernah muncul di layar komputer mereka.

Selain itu, fitur Cocreator memungkinkan pengguna menghasilkan dan mengedit gambar secara real-time melalui sketsa sederhana di aplikasi Paint. Terdapat pula fitur Live Captions yang mampu menerjemahkan audio dari 44 bahasa ke dalam teks bahasa Inggris secara otomatis saat panggilan video atau streaming berlangsung. Harga ritel untuk perangkat kategori ini ditetapkan mulai dari 999 dolar AS atau setara dengan Rp16 juta.