OpenAI secara resmi meluncurkan model bahasa besar generasi terbaru, GPT-5, pada Senin, 20 April 2026. Model ini memperkenalkan integrasi arsitektur multimodal native yang memungkinkan interaksi suara, visi, dan pencarian web secara real-time tanpa jeda pemrosesan data yang signifikan. Peluncuran ini dilakukan di San Francisco dan langsung tersedia bagi pengguna kategori Enterprise dan Plus.
Dalam laporan teknis resminya, OpenAI mengeklaim GPT-5 memiliki kemampuan setara ahli di lebih dari 40 bidang berbeda, termasuk hukum, teknik, dan pemrograman tingkat lanjut. Sistem ini dilengkapi fitur 'Deep Thinking' untuk memproses logika kompleks dengan tingkat akurasi mencapai 99,8 persen pada pengujian standar industri. Teknologi ini dirancang untuk memangkas kasus halusinasi informasi yang sering terjadi pada model sebelumnya.
Menyusul peluncuran utama tersebut, pada Kamis, 23 April 2026, OpenAI merilis GPT-Rosalind yang dikhususkan untuk akselerasi riset bioteknologi. Model spesialis ini mencatatkan skor tertinggi pada platform benchmark BixBench, melampaui kemampuan analisis bioinformatika manusia. Perusahaan farmasi raksasa seperti Amgen dan Moderna dilaporkan telah mengadopsi model ini untuk mempercepat fase penemuan obat baru.
Kehadiran GPT-5 memberikan dampak instan pada ekosistem digital global dengan catatan 5 juta pengguna bisnis berbayar yang mulai mengintegrasikan API terbaru tersebut ke dalam operasional mereka. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital merespons perkembangan ini dengan meresmikan Pusat Inovasi Bersama di Jakarta Selatan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat literasi agentic AI nasional agar mampu bersaing dengan standar teknologi global yang terus berkembang.