Sony AI secara resmi memperkenalkan Project Ace, sebuah terobosan besar dalam bidang robotika dan kecerdasan buatan (AI) yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada Rabu (22/4). Project Ace menjadi sistem otonom pertama di dunia yang mampu bertanding secara kompetitif melawan atlet tenis meja tingkat elit di lingkungan fisik nyata.

Teknologi ini mengandalkan sistem persepsi dan kontrol dengan latensi rendah untuk merespons lintasan bola yang kompleks, termasuk teknik putaran (spin) yang selama ini sulit ditangani oleh simulasi. Pencapaian ini membuktikan bahwa AI kini mampu melakukan generalisasi dalam situasi langka dan sulit dimodelkan, seperti saat bola memantul tidak terduga pada net.

Selain pencapaian Sony, industri teknologi minggu ini juga dikejutkan oleh performa robot humanoid buatan Honor yang memenangkan maraton 21 kilometer di Beijing pada Minggu (19/4). Robot tersebut menyelesaikan perlombaan dalam waktu 50 menit 26 detik, melampaui rekor lari maraton manusia untuk jarak yang sama yang tercatat pada angka 57 menit.

Sementara itu, dalam konferensi Google Cloud Next 26 di Las Vegas pada Kamis (23/4), CEO Google Cloud Thomas Kurian memaparkan transformasi industri menuju Agentic Enterprise. Google kini mulai mendorong penggunaan model Gemini untuk menciptakan agen AI yang mampu mengeksekusi tugas bisnis rumit secara otomatis di berbagai sektor strategis.

Perkembangan ini menandai lonjakan signifikan dalam kemampuan sistem otonom untuk berinteraksi dengan dunia fisik dan digital secara lebih presisi. Para peneliti memprediksi integrasi antara AI tingkat lanjut dan perangkat keras robotika akan semakin mendominasi tren teknologi global sepanjang tahun 2026.