Xiaomi Corporation resmi mengumumkan percepatan jadwal produksi massal untuk kendaraan listrik pertamanya, SU7. CEO Xiaomi, Lei Jun, menyatakan bahwa perusahaan kini menargetkan pengiriman setidaknya 100.000 unit kendaraan listrik kepada konsumen sebelum akhir tahun 2024. Langkah ini diambil setelah perusahaan mencatat angka pemesanan yang melampaui ekspektasi awal sejak peluncuran resminya di Beijing.
Hingga pertengahan Mei 2024, Xiaomi melaporkan telah berhasil memproduksi lebih dari 10.000 unit SU7 di pabrik pintarnya yang berlokasi di Beijing. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi penuh yang mampu menghasilkan satu unit mobil setiap 76 detik. Perusahaan terus melakukan optimalisasi lini perakitan untuk mengurangi waktu tunggu konsumen yang saat ini mencapai lebih dari 30 minggu untuk varian tertentu.
Dalam laporan keuangan kuartal pertama, manajemen Xiaomi mengungkapkan bahwa total pesanan pasti atau firm orders telah menembus angka 88.000 unit. Tingginya permintaan ini didorong oleh harga kompetitif mulai dari 215.900 yuan atau sekitar Rp480 juta untuk model standar. Xiaomi SU7 kini diposisikan sebagai pesaing langsung Tesla Model 3 di pasar otomotif Tiongkok yang sangat kompetitif.
Tantangan utama yang dihadapi perusahaan saat ini adalah stabilitas rantai pasok komponen baterai dan semikonduktor. Lei Jun menegaskan bahwa Xiaomi bekerja sama erat dengan mitra strategis untuk memastikan ketersediaan suku cadang tetap terjaga selama fase peningkatan produksi. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan pusat layanan dan gerai penjualan di seluruh Tiongkok guna mendukung ekosistem kendaraan listrik mereka.
Keberhasilan awal Xiaomi di sektor otomotif ini menandai pergeseran besar bagi raksasa teknologi tersebut dari bisnis ponsel pintar ke mobilitas cerdas. Analis pasar memprediksi bahwa pencapaian target 100.000 unit akan memperkuat posisi Xiaomi sebagai pemain baru yang signifikan di industri EV global. Fokus perusahaan pada integrasi perangkat lunak dan ekosistem IoT menjadi nilai jual utama bagi konsumen di kawasan Asia.