Pendiri Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan pencapaian signifikan sedan listrik SU7 dalam pameran Beijing Auto Show 2024 yang berlangsung akhir April ini. Hingga tanggal 24 April, perusahaan mencatat total pesanan pasti atau firm orders mencapai 75.723 unit hanya dalam waktu 28 hari sejak peluncuran resmi. Angka tersebut melampaui ekspektasi internal dan memaksa pabrik meningkatkan kapasitas operasional guna mempercepat distribusi.
Lei Jun menargetkan pengiriman unit kepada konsumen dapat menembus angka 10.000 unit pada bulan Juni mendatang. Secara keseluruhan, Xiaomi mematok target ambisius untuk mengirimkan 100.000 unit mobil listrik sepanjang tahun 2024. Saat ini, perusahaan fokus memperluas jaringan layanan purna jual ke 219 gerai yang tersebar di 46 kota besar di Tiongkok untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik mereka.
Di pameran yang sama, BYD memperkenalkan platform e-Platform 4.0 yang diklaim meningkatkan efisiensi integrasi komponen hingga 20 persen. Raksasa otomotif ini juga memamerkan Ocean-M, sebuah hatchback listrik berbasis penggerak roda belakang yang dijadwalkan masuk pasar global pada kuartal ketiga tahun ini. Langkah BYD ini mempertegas persaingan teknologi baterai Blade yang semakin kompetitif melawan dominasi produsen Barat.
Sementara itu, dari industri domestik, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia memastikan produksi massal All New Kona Electric dengan baterai lokal dimulai pada semester pertama 2024. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengonfirmasi bahwa sel baterai produksi pabrik kolaborasi LG dan Hyundai di Karawang telah siap diintegrasikan. Penggunaan baterai lokal ini diproyeksikan mampu menekan harga jual kendaraan listrik di pasar Indonesia secara signifikan.
Tren global yang terlihat di Beijing Auto Show 2024 menunjukkan pergeseran fokus dari sekadar performa mesin ke integrasi perangkat lunak yang mendalam. Para produsen kini berlomba menghadirkan sistem kemudi otonom level 2+ dan konektivitas tanpa batas antara ponsel pintar dengan dasbor kendaraan. Fenomena ini menandai era baru di mana perusahaan teknologi mulai mengambil alih peran dominan dalam inovasi otomotif dunia.