Federal Reserve (The Fed) resmi mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate pada kisaran 3,50-3,75 persen dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4) di Washington DC. Keputusan tersebut diwarnai perbedaan pendapat tajam dengan hasil voting 8 berbanding 4, yang tercatat sebagai jumlah dissent terbanyak di internal bank sentral AS sejak Oktober 1992.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan akan tetap berada di Dewan Gubernur meskipun masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei 2026. Powell menegaskan pentingnya menjaga independensi bank sentral di tengah tekanan politik dan hukum yang meningkat, serta memastikan transisi kepemimpinan kepada calon pengganti, Kevin Warsh, berjalan stabil.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tajam hingga menembus angka Rp17.380 pada perdagangan Kamis (30/4). Kekuatan indeks dolar AS (DXY) dan ketidakpastian kebijakan moneter global menjadi faktor utama yang mendorong mata uang Garuda terperosok mendekati rekor terendah baru sepanjang sejarah.

Kondisi pasar semakin tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan di Selat Hormuz. Harga minyak jenis Brent dilaporkan menembus kisaran 119 hingga 120 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas level 106 dolar AS per barel.

Dari sisi domestik, data terbaru menunjukkan tingkat inflasi Indonesia pada Maret 2026 berada di level 3,48 persen, menurun dibandingkan angka Februari sebesar 4,76 persen. Meskipun melandai, kenaikan harga energi global diprediksi akan kembali memberikan tekanan signifikan pada indeks harga konsumen nasional di sepanjang kuartal kedua tahun ini.