CEO Tesla Inc., Elon Musk, melakukan kunjungan mendadak ke Beijing pada Minggu (28/4) untuk bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah China guna membahas peluncuran perangkat lunak Full Self-Driving (FSD). Kunjungan ini berlangsung di tengah perhelatan Beijing Auto Show 2024 yang menampilkan lebih dari 1.500 eksibitor otomotif global. Langkah strategis ini diambil Tesla untuk memperkuat posisi di pasar mobil terbesar dunia tersebut.

Dalam pameran tersebut, BYD memperkenalkan mobil konsep Ocean-M yang dijadwalkan masuk tahap produksi massal pada kuartal ketiga tahun 2024 dengan kisaran harga 150.000 hingga 200.000 yuan. Produsen asal China ini terus memperkuat posisinya sebagai pesaing utama Tesla di pasar kendaraan listrik global melalui inovasi baterai generasi kedua. Kehadiran Ocean-M diprediksi akan menjadi pesaing kuat di segmen hatchback listrik berperforma tinggi.

Xiaomi turut mencuri perhatian dengan mengumumkan bahwa sedan listrik SU7 telah mencatat lebih dari 75.000 pesanan pasti dalam waktu 28 hari sejak peluncurannya. Chairman Xiaomi, Lei Jun, menyatakan perusahaan sedang mempercepat kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang jauh melampaui ekspektasi awal. Saat ini, Xiaomi sudah mulai melakukan pengiriman unit kepada konsumen di berbagai kota besar di China.

Dari pasar domestik, GAC Aion secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Indomobil Group untuk mendistribusikan dan merakit mobil listrik di Indonesia mulai tahun ini. Langkah ini mencakup rencana perakitan lokal secara Completely Knocked Down (CKD) untuk model Aion Y Plus guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Asia Tenggara. Indomobil menargetkan penjualan resmi akan dimulai pada ajang GIIAS 2024 mendatang.

Persaingan harga semakin memanas setelah Tesla memangkas harga Model 3 dan Model Y di China hingga 6 persen untuk mempertahankan pangsa pasar dari gempuran merek lokal. Sementara itu, produsen lokal seperti BYD dan Xiaomi terus menawarkan fitur teknologi premium dengan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen. Fenomena ini menandai pergeseran dominasi teknologi otomotif global yang kini berpusat di kawasan Asia.