Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), resmi mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate pada kisaran 5,25-5,50 persen dalam pertemuan FOMC Rabu (1/5). Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa otoritas moneter belum akan menurunkan suku bunga sampai terdapat bukti kuat inflasi bergerak konsisten menuju target 2 persen. Kebijakan ini diambil di tengah data ekonomi AS yang masih menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang kuat namun inflasi yang melandai secara lambat.

Merespons kebijakan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (2/5) ditutup anjlok 1,63 persen ke level 7.117. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual investor pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti Bank Mandiri (BMRI) yang merosot 8,7 persen dan Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 6,29 persen. Sentimen 'sell in May' turut mewarnai volatilitas pasar modal domestik pada pembukaan bulan ini.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada April 2024 mencapai 3,00 persen secara year-on-year. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan bahwa kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar mencapai 0,93 persen. Kenaikan tarif angkutan udara dan darat selama periode libur Idulfitri menjadi faktor utama pendorong kenaikan indeks harga konsumen tersebut.

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.185 per dolar AS pada awal Mei 2024. Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, termasuk mempertahankan kenaikan BI-Rate di level 6,25 persen yang telah ditetapkan pada akhir April lalu. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dari dampak ketidakpastian suku bunga global dan risiko geopolitik.

Meskipun pasar saham tertekan, aliran modal asing dilaporkan mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai beli neto mencapai Rp8,1 triliun pada pekan pertama Mei. Investor global kini mengalihkan perhatian pada rilis data tenaga kerja non-farm payrolls Amerika Serikat untuk memprediksi langkah moneter lanjutan. Ketahanan ekonomi nasional tetap menjadi sorotan utama di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.