BYD Motor Indonesia secara resmi memulai operasional pabrik perakitan kendaraan listrik terbesarnya di Kawasan Industri Subang, Jawa Barat, pada akhir April 2026. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 108 hektare ini dibangun dengan nilai investasi mencapai 1,3 miliar dolar AS. Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun untuk memenuhi permintaan domestik dan pasar ekspor.
Di kancah global, CEO Tesla Elon Musk mengonfirmasi dimulainya produksi massal kendaraan otonom 'Cybercab' di Gigafactory Texas pada Jumat (24/4). Kendaraan revolusioner tanpa kemudi dan pedal ini dirancang khusus untuk memperkuat jaringan Robotaxi Tesla di berbagai kota besar Amerika Serikat. Musk menyebutkan melalui akun media sosialnya bahwa Cybercab akan menjadi pilar utama dalam transformasi perusahaan menuju penyedia layanan mobilitas berbasis kecerdasan buatan.
Raksasa teknologi Xiaomi juga mencatatkan pencapaian signifikan dengan peluncuran generasi terbaru sedan listrik SU7 pada bulan yang sama. Model terbaru ini mengantongi lebih dari 40.000 pesanan pasti dalam waktu kurang dari dua pekan setelah resmi diperkenalkan ke publik. Varian tertinggi SU7 kini dibekali teknologi baterai yang mampu menempuh jarak hingga 902 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh berdasarkan standar pengujian CLTC.
Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan lonjakan tajam pada adopsi kendaraan listrik nasional. Pangsa pasar Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia tercatat menyentuh angka 15,6 persen per Maret 2026, naik signifikan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Total populasi kendaraan listrik di tanah air kini telah menembus angka 358.205 unit seiring dengan bertambahnya pilihan model yang mencapai 74 varian.
Meskipun tren pasar menunjukkan pertumbuhan positif, sejumlah produsen mulai melakukan penyesuaian harga jual pada April 2026. PT Chery Sales Indonesia resmi menaikkan harga Jaecoo J5 EV menjadi Rp279,9 juta untuk varian standar dan Rp309,9 juta untuk varian premium. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengonfirmasi bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh dinamika biaya logistik global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.