Pasar mobil listrik Indonesia memasuki babak baru persaingan harga seiring peluncuran Chery QQ 2026 EV dengan harga mulai Rp130 juta pada Sabtu (25/4). Head of Marketing Chery Indonesia, Arthur Panggabean, menyatakan model ini dirancang untuk menantang dominasi Geely EX 2 dan Aion UT di segmen kendaraan niremisi terjangkau. Kehadiran model ini memperluas opsi konsumen di tengah tren penurunan harga baterai global.

Selain peluncuran model baru, industri otomotif nasional tengah beradaptasi dengan pemberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026. Aturan yang efektif per 1 April 2026 ini menetapkan bahwa mobil listrik tidak lagi otomatis bebas pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama (BBNKB). Kebijakan ini memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengenakan tarif pajak progresif berdasarkan nilai jual kendaraan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan porsi battery electric vehicle (BEV) telah menyentuh 15,6 persen dari total pasar per Maret 2026. Penjualan BEV melonjak 96 persen menjadi 33.146 unit, jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif umum yang hanya tercatat sebesar 1,7 persen. Tren ini tetap kuat meskipun beberapa produsen seperti BYD melakukan penyesuaian harga pada model Atto 3 menjadi Rp415 juta.

Di pasar global, Xiaomi melaporkan pencapaian signifikan dengan total pengiriman seri SU7 yang menembus 381.000 unit sejak pertama kali dipasarkan dua tahun lalu. CEO Xiaomi, Lei Jun, mengonfirmasi melalui unggahan resminya bahwa perusahaan siap meluncurkan versi penyegaran (refresh) pada akhir April 2026. Langkah ini diambil untuk mempertahankan pangsa pasar di Tiongkok dan Eropa yang semakin kompetitif melawan Tesla.

Analis otomotif memprediksi penggunaan komponen lokal akan semakin krusial bagi produsen untuk mempertahankan daya saing harga di tengah kebijakan pajak baru. Pemerintah terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) agar harga retail tetap stabil bagi konsumen domestik. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga target adopsi 2 juta unit mobil listrik pada tahun 2030 sesuai peta jalan ketahanan energi nasional.