Pemerintah China resmi memperketat akses modal asing, khususnya dari Amerika Serikat, ke sektor teknologi strategis seperti kecerdasan buatan (AI) pada Minggu, 26 April 2026. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa regulator China kini mewajibkan startup terkemuka seperti Moonshot AI dan StepFun untuk menolak pendanaan dari investor Amerika tanpa persetujuan pemerintah. Langkah ini diambil Beijing guna melindungi teknologi sensitif yang dianggap berkaitan langsung dengan keamanan nasional.
Kebijakan tersebut muncul sebagai balasan atas memo internal Gedung Putih yang dirilis Direktur Kebijakan Sains dan Teknologi AS, Michael Kratsios. Washington menuduh aktor asing melakukan praktik 'distillation' atau penyalinan sistematis terhadap teknologi AI milik perusahaan domestik seperti OpenAI dan Anthropic. Ketegangan ini menandai fase baru dalam perang teknologi dingin yang semakin memisahkan ekosistem digital antara blok Barat dan Timur.
Di sektor energi, guncangan hebat terjadi akibat krisis di Selat Hormuz yang melibatkan konfrontasi langsung antara armada laut Amerika Serikat dan Iran. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) telah menembus angka 102,26 dolar AS per barel, melonjak tajam dari bulan sebelumnya. Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa volatilitas ini dipicu oleh ancaman blokade jalur distribusi energi utama tersebut.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan angkatan laut untuk melepaskan tembakan terhadap kapal Iran yang terdeteksi memasang ranjau di sepanjang perairan strategis tersebut. Situasi ini memicu kekhawatiran global akan gangguan rantai pasok energi jangka panjang yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dunia. Di dalam negeri, kenaikan harga komoditas mulai dirasakan dengan lonjakan harga LPG nonsubsidi hingga 18 persen di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu di Eropa, Uni Eropa akhirnya menyepakati pinjaman sebesar 90 miliar euro untuk Ukraina setelah Hungaria mencabut hak vetonya pada pekan ini. Bantuan tersebut dialokasikan untuk memperkuat pertahanan Kyiv di tengah intensitas serangan udara Rusia yang dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil di Dnipro. Para pemimpin dunia kini tengah menantikan hasil negosiasi gencatan senjata yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan.