Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat lonjakan signifikan penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) sebesar 95,9 persen pada kuartal I-2026. Sebanyak 33.150 unit kendaraan listrik telah didistribusikan ke dealer di seluruh tanah air, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 16.926 unit.

Pabrikan asal Tiongkok, BYD, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar di Indonesia dengan total penjualan wholesale mencapai 12.473 unit sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Model SUV kompak BYD Atto 1 menjadi kontributor utama dengan harga jual kompetitif mulai dari Rp199 juta, yang berhasil menggeser dominasi merek lama di segmen kendaraan ramah lingkungan.

Di kancah internasional, raksasa teknologi Xiaomi resmi memulai pengiriman generasi terbaru sedan listrik SU7 pada April 2026. Versi penyegaran ini mengusung arsitektur 897V dan teknologi baterai yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 902 kilometer dalam sekali pengisian daya, serta kemampuan pengisian daya cepat untuk jarak 670 kilometer hanya dalam waktu 15 menit.

Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyatakan bahwa pertumbuhan adopsi EV nasional tetap stabil meski terdapat penyesuaian regulasi pajak melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Kebijakan yang berlaku efektif sejak 1 April 2026 tersebut mulai mengenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bagi kendaraan listrik, namun minat konsumen tetap tinggi seiring kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi.

Sementara itu, pembangunan pabrik perakitan BYD di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat, kini telah memasuki tahap akhir konstruksi di lahan seluas 108 hektare. Fasilitas manufaktur ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh untuk memenuhi permintaan domestik serta pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara.