Pertemuan puncak G7 yang berlangsung di Milan, Italia, resmi berakhir dengan kesepakatan pembentukan Global Security Framework (GSF). Pakta ini melibatkan koordinasi militer lebih erat antara negara anggota NATO dan empat mitra utama di kawasan Indo-Pasifik, yakni Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas navigasi di perairan internasional.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan dalam konferensi pers bahwa kesepakatan ini merupakan respons atas meningkatnya aktivitas armada laut di wilayah sengketa. Dokumen komunike setebal 45 halaman tersebut menyoroti pentingnya stabilitas rantai pasok semikonduktor yang krusial bagi industri teknologi dunia. G7 menegaskan bahwa gangguan pada jalur perdagangan utama akan berdampak langsung pada inflasi global.

Selain isu pertahanan, blok tersebut mengalokasikan dana bantuan sebesar 120 miliar dolar AS untuk proyek transisi energi di negara-negara berkembang. Pendanaan ini dirancang untuk menandingi inisiatif infrastruktur dari kekuatan ekonomi baru dan mengurangi ketergantungan energi pada wilayah yang tidak stabil. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada kuartal ketiga tahun 2026 dengan fokus pada energi terbarukan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, melayangkan protes keras terhadap hasil pertemuan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk mentalitas Perang Dingin. Beijing menilai kesepakatan GSF dapat memicu perlombaan senjata di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Pemerintah China memperingatkan bahwa intervensi pihak luar hanya akan memperumit penyelesaian sengketa wilayah secara damai.

Situasi di Timur Tengah juga menjadi agenda krusial dengan desakan gencatan senjata permanen di Gaza yang didukung penuh oleh Presiden Amerika Serikat. G7 menekankan bahwa keamanan di Selat Hormuz adalah prioritas utama untuk mencegah lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini menyentuh angka 95 dolar AS per barel. Ketidakpastian di jalur tersebut dinilai sebagai ancaman nyata bagi pemulihan ekonomi global tahun ini.