Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian mengonfirmasi dimulainya operasional penuh pabrik sel baterai PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas hasil kolaborasi Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution ini memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 10 GWh yang diproyeksikan memasok kebutuhan 150.000 unit kendaraan listrik.

Langkah strategis ini berdampak langsung pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik yang dirakit di tanah air. All-New Kona Electric menjadi model pertama yang menggunakan baterai rakitan lokal, sehingga memenuhi syarat insentif PPN DTP 10 persen sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 Tahun 2024.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyatakan bahwa integrasi hulu ke hilir ini bertujuan menekan biaya produksi komponen utama hingga 15 persen. Hal tersebut memungkinkan harga jual kendaraan listrik menjadi lebih kompetitif bagi konsumen domestik dibandingkan model impor utuh atau Completely Built Up (CBU).

Selain Hyundai, produsen global seperti BYD dan VinFast juga tengah mempercepat komitmen pembangunan fasilitas manufaktur lokal di Indonesia untuk mengejar target lokalisasi pada 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan volume penjualan mobil listrik berbasis baterai terus meningkat secara konsisten pada kuartal pertama tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa penguatan ekosistem baterai domestik adalah kunci posisi Indonesia sebagai hub EV di Asia Tenggara. Pemerintah menargetkan produksi 600.000 unit mobil listrik nasional pada tahun 2030 guna mempercepat transisi energi hijau.