Situasi geopolitik global memanas pada pekan terakhir April 2026 seiring eskalasi militer di dua titik strategis dunia, Selat Hormuz dan Selat Taiwan. Di Timur Tengah, blokade maritim di Selat Hormuz telah menyebabkan volume lalu lintas kapal tanker anjlok hingga 95 persen, yang memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga menembus angka 109 dolar AS per barel.
Di Asia Timur, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan pengerahan armada laut dan udara setelah mendeteksi formasi kapal perang Tiongkok di perairan strategis Kepulauan Penghu pada Selasa, 28 April 2026. Formasi tersebut mencakup satu kapal perusak dan satu kapal fregat yang beroperasi di wilayah barat daya, memicu respons cepat dari otoritas pertahanan Taipei untuk melakukan pemantauan jarak dekat.
Selain kehadiran kapal perang, otoritas Taipei mencatat sedikitnya 22 pesawat militer dan sembilan kapal perang Tiongkok beroperasi di sekitar pulau dalam 24 jam terakhir. Eskalasi ini terjadi di tengah kekhawatiran publik Taiwan akan kemampuan intervensi Amerika Serikat, di mana jajak pendapat terbaru dari Democracy Foundation menunjukkan 57 persen responden meragukan bantuan militer langsung dari Washington akibat fokus AS yang terpecah pada konflik Iran.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, secara resmi menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pemicu gangguan keamanan maritim yang melumpuhkan pasokan energi global sejak akhir Februari lalu. Sementara itu, Tiongkok melalui Konsul Jenderal Huang He menegaskan bahwa stabilitas lintas selat harus tetap berada di tangan rakyat Tiongkok, sembari mengisyaratkan kesiapan untuk dialog politik berdasarkan Konsensus 1992.
Di tengah ketidakpastian global, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Beijing pada pertengahan Mei 2026 untuk membahas stabilisasi pasar energi dan penyelesaian konflik Ukraina. Pertemuan ini dianggap krusial oleh para analis internasional sebagai upaya terakhir untuk mencegah pecahnya perang terbuka yang lebih luas di kawasan Indo-Pasifik dan Timur Tengah.