PT BYD Motor Indonesia melaporkan kemajuan signifikan pembangunan pabrik mobil listrik di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat, yang kini telah mencapai fase final pada April 2026. Proyek manufaktur di atas lahan seluas 108 hektar ini merupakan realisasi dari komitmen investasi strategis senilai Rp16 triliun.

Head of Public & Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang melakukan integrasi peralatan produksi untuk memastikan standar kualitas produk tetap terjaga. BYD telah memperoleh berbagai sertifikat penting, termasuk sertifikat IKD (Incomplete Knock Down) dan LCEV (Low Carbon Electric Vehicle) sebagai syarat kelayakan operasional.

Fasilitas produksi ini dirancang untuk memiliki kapasitas hingga 150.000 unit kendaraan per tahun guna memenuhi permintaan domestik serta potensi pasar ekspor di kawasan regional. Selain lini perakitan, kompleks ini juga mencakup pusat riset dan pengembangan serta pusat pelatihan bagi tenaga kerja di bidang teknologi elektrifikasi.

Dalam operasional tahap awal, pabrik tersebut diklaim akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal yang ditempatkan pada divisi stamping, pengecatan, hingga perakitan akhir. Penyerapan tenaga kerja ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung program industrialisasi hijau yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.

Kehadiran pabrik di Subang diharapkan dapat memperkuat posisi BYD yang telah mencatatkan kinerja penjualan kuat di Indonesia dengan total lebih dari 54.000 unit pada tahun 2025. Produksi lokal dijadwalkan segera dimulai untuk meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing harga produk di pasar otomotif nasional.