Pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi dibuka hari ini di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan fokus utama pada percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, menyatakan bahwa partisipasi merek global tahun ini meningkat 40 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pameran ini menjadi indikator vital bagi pertumbuhan adopsi EV yang semakin masif di pasar domestik Indonesia.
Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, mencuri perhatian dengan mengumumkan dimulainya operasional penuh pabrik perakitan mereka di Subang, Jawa Barat. General Manager BYD Indonesia, Eagle Zhao, mengonfirmasi target produksi sebesar 150.000 unit per tahun untuk memenuhi permintaan lokal dan pasar ekspor regional. Langkah strategis ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik utama di Asia Tenggara.
Sementara itu, Xiaomi resmi memulai pengiriman perdana sedan listrik SU7 untuk konsumen di wilayah Jakarta dan Surabaya pada pekan ini. Dengan harga kompetitif mulai dari Rp650 juta, Xiaomi mengklaim telah mengantongi lebih dari 7.500 pesanan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sejak peluncuran resminya. Kehadiran teknologi ekosistem pintar HyperOS menjadi nilai jual utama yang menarik minat konsumen segmen teknologi.
Merek asal Vietnam, VinFast, juga memperluas jangkauannya dengan meresmikan 25 titik pengisian daya cepat (fast charging) baru di sepanjang jalur Trans-Jawa. CEO VinFast Indonesia, Tran Quoc Huy, menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun total 500 stasiun pengisian mandiri hingga akhir tahun 2026. Ekspansi infrastruktur ini bertujuan untuk menghilangkan kekhawatiran jarak tempuh bagi pemilik mobil listrik yang melakukan perjalanan antarkota.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memastikan perpanjangan insentif PPN DTP sebesar 10 persen untuk mobil listrik yang memenuhi syarat TKDN minimal 40 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak volume penjualan EV nasional hingga mencapai target 250.000 unit pada akhir tahun fiskal ini. Dukungan regulasi yang konsisten tetap menjadi pilar utama dalam transisi energi hijau di sektor transportasi darat Indonesia.