Serangan rudal Rusia menghantam kawasan pemukiman di Kyiv, Ukraina, pada Sabtu (25/4/2026), menewaskan sedikitnya empat orang termasuk seorang anak berusia 12 tahun. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gedung apartemen, kendaraan, dan fasilitas publik di pusat kota.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa operasi militer skala penuh telah dilanjutkan secara resmi setelah berakhirnya gencatan senjata Paskah. Rusia menuduh pihak Ukraina melakukan lebih dari 6.000 pelanggaran selama masa jeda pertempuran singkat tersebut.

Di garis depan wilayah timur, pasukan artileri kedua belah pihak dilaporkan kembali terlibat dalam kontak senjata intensif di wilayah perbatasan. Pejabat militer Ukraina menyatakan bahwa serangan rudal terbaru ini merupakan salah satu yang paling mematikan di ibu kota dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah turut meningkat setelah Israel dilaporkan menutup total penyeberangan Rafah pada Senin lalu. Langkah ini memicu kekhawatiran internasional terkait nasib ribuan pasien kritis yang membutuhkan evakuasi medis darurat di tengah blokade total.

Presiden Volodymyr Zelensky menyerukan bantuan pertahanan udara tambahan dari sekutu internasional guna melindungi warga sipil dari gelombang serangan udara baru. Di sisi lain, Kremlin menegaskan bahwa operasi militer khusus akan terus berlanjut hingga seluruh target strategis tercapai sepenuhnya.