Wuling Motors resmi memperkenalkan Wuling Eksion EV sebagai SUV listrik berkapasitas tujuh penumpang pertama untuk pasar Indonesia pada Rabu, 22 April 2026. Peluncuran yang berlangsung di Jakarta ini menjadi langkah strategis pabrikan asal Tiongkok tersebut dalam menguasai segmen mobil keluarga ramah lingkungan. Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, menyatakan bahwa segmen SUV saat ini memberikan kontribusi sebesar 29 persen terhadap total pasar otomotif nasional.
Eksion EV dipasarkan dalam dua varian utama, yakni tipe CE dengan harga Rp389 juta dan tipe EX seharga Rp459 juta untuk kuota 2.000 konsumen pertama. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 69,2 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar CLTC. Performa motor listriknya mencapai 150 kW atau setara 203,9 Tk dengan torsi puncak sebesar 310 Nm yang disalurkan melalui sistem transmisi single reduction.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji pemberian subsidi untuk seluruh model kendaraan listrik secara menyeluruh. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 28 April 2026, sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak mentah global akibat eskalasi konflik di wilayah Selat Hormuz.
Namun, industri otomotif juga dihadapkan pada tantangan regulasi baru melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengubah skema pajak kendaraan listrik. Aturan tersebut menghapus mandat pajak nol persen otomatis, sehingga pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kini bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Institute for Essential Services Reform (IESR) memperingatkan bahwa inkonsistensi kebijakan fiskal ini berisiko menghambat minat masyarakat dalam beralih ke energi bersih.
Hingga akhir tahun 2025, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat populasi mobil listrik di Indonesia baru mencapai kisaran 104.000 unit. Angka ini masih terpaut jauh dari target adopsi sebanyak 944.000 unit pada tahun 2030 sebagaimana ditetapkan dalam rencana pemerintah. Kehadiran model baru seperti Eksion EV serta kejelasan regulasi subsidi diharapkan dapat memacu angka penjualan tahunan guna mengejar target transisi energi nasional.