Raksasa teknologi Xiaomi mengumumkan pencapaian signifikan dalam industri kendaraan listrik pada ajang Beijing Autoshow, Jumat (24/4). CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengirimkan sebanyak 26.000 unit sedan listrik seri SU7 versi terbaru sejak diluncurkan pada Maret 2026. Hingga 23 April, jumlah pesanan pasti atau locked orders untuk generasi terbaru ini telah menembus angka 60.000 unit.

Selain kesuksesan SU7, Xiaomi mengonfirmasi rencana ekspansi portofolio dengan meluncurkan seri terbaru YU7 GT pada akhir Mei mendatang. Strategi ini diambil untuk memperkuat posisi tawar perusahaan dalam menghadapi persaingan ketat dengan pemain utama global seperti Tesla. Xiaomi juga menargetkan pasar Eropa sebagai tujuan ekspansi internasional pertama yang dijadwalkan mulai tahun depan.

Di pasar domestik Indonesia, dinamika kendaraan listrik premium turut memanas dengan peluncuran Volvo ES90. Sedan listrik mewah ini resmi dipasarkan dengan harga Rp2,1 miliar, menandai agresivitas brand Eropa dalam mengamankan pangsa pasar kelas atas. Langkah Volvo ini bertepatan dengan upaya pemerintah Indonesia mendorong produksi massal sedan listrik nasional yang ditargetkan mulai pada 2028.

Persaingan harga di Tiongkok tetap menjadi sorotan utama setelah Tesla kembali melakukan penyesuaian harga demi menjaga volume penjualan. Harga Model 3 di Tiongkok kini dipatok mulai dari 231.900 yuan, turun sekitar 14.000 yuan dari harga sebelumnya. Penurunan ini merupakan respons langsung terhadap tekanan dari produsen lokal seperti BYD dan Xiaomi yang menawarkan fitur teknologi lebih kompetitif.

Beijing Autoshow 2026 sendiri menjadi panggung bagi debut global ratusan model kendaraan energi baru (NEV). Dominasi brand lokal Tiongkok terlihat jelas dengan penguasaan hampir 80 persen area pameran di China International Exhibition Center. Tren teknologi tahun ini berfokus pada integrasi kecerdasan buatan tingkat lanjut dan penggunaan baterai generasi kedua yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh.